![]() |
| ilustrasi gambar dari merdeka.com |
Dari hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mayoritas responden menolak apabila RUU Pilkada sampai disahkan oleh DPR. Mereka bahkan menyalahkan SBY jika RUU Pilkada sampai disahkan.
"32,72 Persen masyarakat menyalahkan DPR. Tapi jika RUU disahkan SBY paling besar disalahkan dalam hal ini ada di posisi 60,68 persen. Sementara tidak menjawab 6,60 persen," kata peneliti LSI, Adrian Sopa, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (18/9).
Tidak hanya itu, publik yang sebelumnya memilih Partai Demokrat juga akan menyalahkan SBY jika pilkada jadi melalui DPRD.
"74,55 Persen pemilih Partai Demokrat akan menyalahkan SBY, PKB 84,09 persen, Gerindra 75,00 persen dan Partai Golkar 78,95 persen. Mayoritas pemilih partai lebih menyalahkan SBY memang," paparnya.
Adrian menambahkan, meskipun Partai Demokrat telah mengambil sikap mendukung pilkada langsung, hal itu adalah bentuk untuk membangun citra partai besutan SBY yang saat ini mulai terpuruk.
"Demokrat mendukung aspirasi itu langsung dan ini salah satunya untuk membangun citra mereka dan menjalankan fungsi parpol yang sebenar-benarnya," tandasnya.
Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan pada 14-16 September 2014, dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Margin of error sebesar 2,9 persen.
sumber : merdeka.com





