Home » » Indonesia Pasar Komsumtif, Investor Asing Makin Masuk

Indonesia Pasar Komsumtif, Investor Asing Makin Masuk

Copywritter By Unknown on Tuesday, 16 September 2014 | 09:51

komsumtif

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia otomatis menjadi magnet bagi pelaku bisnis baik dalam maupun luar negeri. Indonesia menjadi pasar empuk bagi pelaku bisnis di sektor konsumsi.
Tidak heran jika bisnis mini market atau ritel semakin berkembang pesat. Bahkan, ritel-ritel asing mulai antre untuk bisa masuk Indonesia.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengakui bahwa faktanya Indonesia masuk dalam radar bisnis waralaba asing. Selain jumlah penduduk yang besar, sifat konsumtif masyarakat menjadi magnet bagi pebisnis asing untuk menggempur pasar dalam negeri dengan produk-produk mereka.

“Mereka melihat pasar di Indonesia itu bagus banget, (jumlah penduduk) 230 juta jiwa ini satu peluang. Yang kedua Indonesia ini kan konsumtif. Sangat konsumtif,” ungkap Levita saat ditemui di pameran ‘Franchise & License Expo Indonesia’, di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (13/9).

Levita menilai, karena sifat konsumtif tersebut, masyarakat Indonesia mudah menerima segala hal yang datang dari luar negeri.
“Apalagi perekonomian Indonesia dilihat sudah membaik. Kalau semakin baik tentu apapun akan direspon dengan baik. Makanya kita jadi sasaran mereka (pengusaha asing),” ungkapnya.
Di lain sisi, Levita menilai ada satu keuntungan yang terselip dari sifat konsumtif orang Indonesia. Yakni bergeraknya mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kalau menurut saya enggak apa-apa. Toh yang menjalankan bisnis waralaba itu kan tetap penduduk Indonesia,” tuturnya.

Levita mengklaim, Indonesia tidak hanya menjadi pasar empuk bagi waralaba asing saja, waralaba lokal juga bisa unjuk gigi di negara lain. Indonesia mengirimkan atau menawarkan beberapa Franchise dalam negeri ke luar negeri.

“Bisnis waralaba kita pun dibeli sama mereka (asing). Jadi pada saat mereka ke sini menawarkan bisnis mereka dan mereka lihat ada bisnis Indonesia yang mempunyai peluang untuk ditawari di negara mereka, itu dibeli juga,” ucapnya.
Share this article :
 
Copyright © 2014. Bukan Politisi - All Rights Reserved